Hidup Sebagai Digital Marketer.Twitter


Berprofesi sebagai digital marketer dari sebuah digital agency mungkin bukan merupakan target dari jurusan yang saya ambil ketika kuliah dulu. Saya dulu kuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta ambil jurusan Teknik Industri atau sering disingkat dengan TI. TI disini memang bukan Teknologi Informatika yang melulu berbicara tentang teknologi informasi. Memang menjadi satu fakultas, tapi yang saya ambil adalah yang kebanyakan ngurusin proses produksi manufaktur.

Semester demi semester saya jalani dengan serius, kadang-kadang sih, tapi tujuan utama waktu itu adalah lulus. Selama kuliah saya sering bergaul dengan teman-teman yang hobi dengan dunia desain grafis dan lama kelamaan saya keracunan dengan hobi mereka hingga akhirnya sangat menikmati dunia baru saya.

Setelah saya lulus kuliah, barulah saya belajar pemrograman website. Memang waktu itu karena belum merasa profesional dan butuh pemasukan juga, akhirnya saya terjun ke dunia pertambangan batubara, bekerja sebagai GA dan IT, sambil terus mengembangkan kemampuan saya di bidang web design dan mulai mengerjakan project kecil-kecilan di Poppieslane.com. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk full time di bidang ini sampai sekarang ini.

Itu sedikit banyak mengenai masa lalu saya sampai masuk ke dunia digital agency.

Perkembangan dunia digital begitu cepat berjalan, dan dunia digital cenderung menargetkan pada generasi muda. Dan akhirnya mau tidak mau saya harus masuk ke generasi menolak tua, dan harus selalu berpikir layaknya anak muda, yang selalu kreatif, cepat, dan enerjik. Dengan begitu pikiran kita bisa lebih ringan dan yang terpenting muncul rasa nikmatilah hidup dan nikmatilah deadline tentunya.

Dalam digital marketing, sudah barang tentu kita menggunakan berbagai macam tools yang disiapkan Google dan Facebook. Google dengan Google adwords dan Google analytics nya, sedangkan Facebook dengan Facebook Ads dan Facebook Fanpage nya.

Menjadi seorang agent Google Adwords, tidak cukup hanya dengan bisa saja Google Adwords, tapi memang kita harus lulus ujian sertifikasi yang diadakan oleh Google. Dan itu berlaku tidak hanya untuk Google Adwords saja, tapi juga untuk Google Analytics. Akhirnya saya wajib mengikuti ujian sertifikasi Google Adwords dan Analytics.

Dengan persiapan seperti ketika mau ujian akhir semester, akhirnya saya lulus menjadi seorang Google Adwords Certified dan Google Analytics Certified.

Itu sudah saya jalani setahun yang lalu (2014), yang artinya sudah hampir setahun jangka waktu validitas sertifikat saya, saya harus siap-siap untuk ujian lagi..

comments powered by Disqus